Jumat, 8 November 2013 | 13:28 WIB | Penulis : Web Admin
Dibaca : 7280

5000 TUSUK SATE DISAJIKAN LESEHAN SATE KELINCI PER PEKANNYA


5000 tusuk sate kelinci
Kota Malang dan Kota Batu adalah tempat tujuan wisata. Selain banyaknya wahana wisata alam dan buatan, juga menariknya wisata kuliner. Salah satu wisata kuliner di Kota Batu adalah sate kelinci. Warung Lesehan Sate Kelinci adalah salah satu dari banyak depot yang menyajikan sate kelinci.

Depot Pujasera ini berada di Jl. Patimura 106 Batu. Dari pusat Kota Batu sekitar 1 km menuju arah Kota Malang. Buka setiap hari dari pukul 08.00-20.00 WIB, namun sering masih sore petugas parkirnya memberitahu bahwa menu sudah habis. Sate kelinci yang dihidangkan di atas hot plate adalah menu utama lesehan milik Pak Ahsan tersebut.

Dikonfirmasi soal banyaknya sate yang disiapkan taip harinya, pelayan menyebut bahwa untuk hari biasa disiapkan sekitar 500 tusuk. Sedangkan pada akhir pekan dan hari libur disiapkan 2.000 tusuk sate atau lebih. Dia mengaku bahwa dengan semakin meningkatnya permintaan sate kelinci, saat ini kesulitan dalam mendapatkan kelinci hidup untuk dipotong.

Warna daging kelinci berbeda dengan daging hewan lainnya. Daging ayam berwarna putih sedangkan daging kelinci agak merah namun tidak semerah daging sapi atau kambing. Selain warnanya, tekstur dagingnya juga berbeda karena lebih halus seratnya dibandingkan daging ayam. Karena kelinci biasanya dipotong pada umur 4 -  bulan sehingga tekstur daging lebih halus. Dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat akan kesehatan serta kejenuhan terhadap makanan yang sudah ada, sate kelinci adalah salah satu alternatif pilihan kuliner sehat.

Hasil riset Departemen agrikultur Amerika menyatakan bahwa daging kelinci adalah daging yang sehat untuk dimakan bahkan daging paling bergizi yang diketahui manusia. Dengan kandungan protein yang tinggi serta kandungan kalorin rendah, daging kelinci sangat baik untuk kesehatan. Jumlah proteinnya paling tinggi di banding ayam, dan daging sapi atau kambing. Selain itu, protein ini diserap tubuh secara sempurna. Tingkat kolesterol yang terkandung di dalam daging kelinci tergolong rendah jika dibandingkan dengan hewan yang lain. Kolesterol yang terkandung di dalam daging kelinci sekitar 164 mg per 1 kg daging. Sedangkan daging sapi, babi, domba, dan ayam memiliki kadar kolesterol di antara 220-250 mg per 1 kg daging.

Selain kandungan protein juga terdapat kandugan lemak, namun lemak ini didominasi oleh lemak tek jenuh yang sangat baik bagi tubuh. Lemak yang dikandung daging kelinci juga lebih rendah jika dibandingkan dengan daging-dagingan yang lain. Lemak daging kelinci sekitar 10.2% sedangkan ayam mengandung 11%, daging sapi mengandung 28%, domba mengandung  27.7%, dan babi mengandung 45%.

Daging kelinci sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan sebab pasokan proteinnya akan memaksimalkan pertumbuhan. Daging kelinci juga sangat baik bagi para lanjut usia. Manfaat daging kelinci lainnya adalah untuk penderita asma. Senyawa molekul yang ditemukan dalam kelinci dapat meredakan bahkan melenyapkan penyakit asma.
Sumber: DISNAK JATIM