Selasa, 30 Mei 2017 | 13:30 WIB | Penulis : Web Admin
Dibaca : 326

DEWAN DAN PEMPROV JATIM JAMIN STOK PANGAN CUKUP


sidak pasar 2017

Komisi B DPRD Jatim menyatakan tidak ada alasan harga-harga sembako naik. Pasalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim telah menjamin stok barang aman dan telah dilakukan pemantauan harga di lapangan. Meski demikian, Komisi B tidak berdiam diri begitu saja mendapat laporan harga-harga stabil saat hearing dengan Disperindag. “Kita akan melakukan sidak ke pasar-pasar untuk memastikan harga tidak mengalami kenaikan yang signifikan saat puasa seperti ini,” kata Wakil Ketua Komisi B Anik Maslacha, Senin (29/5).

Ditambahkannya untuk menjaga stabilitas harga, telah dibuat Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Barang Pokok (Siskaperbapo) yang berbasis web dan android. Dengan sistem ini masyarakat bisa memantau harga sembako. Sedangkan anggota Komisi B lainnya, Agus Maimun menerangkan berdasar hasil pantauan setiap tahun, rata-rata kenaikan harga sembako sekitar 10%. Semua sudah diantisipasi. Pihak Disperindag menyatakan stok ketersediaan sembako terpenuhi sampai akhir Lebaran nanti.

“Disperindag menyatakan stok masih aman, bahkan sampai dua bulan ke depan. Ini artinya tidak ada alasan jika  nanti ada kenaikan harga. Kami kunci jaminan paparan Disperindag tadi,” tegas Agus Maimun. Ditambahkannya saat ini sudah dibentuk Satgas Pangan Polda Jatim. Tim ini bertugas memonitor dan mengawasi harga ketersediaan, termasuk distribusi sembako. Jika nanti ditemui ada yang melampaui harga eceran tertinggi (HET), satgas harus segera mengambil tindakan.

Sementara itu, Kadisperindag M Ardi Prasetyawan mengatakan pihaknya bersama Bulog telah melakukan sidak di Pasar Tambahrejo dan Pasar Pucang. Hasilnya, harga barang-barang masih stabil dan kenaikan harga tidak terlalu signifikan. “Biasanya kebutuhan masyarakan meningkat menjelang Lebaran. Kebutuhan itu setelah kita pantau meningkat sekitar 10%. Jumlah penduduk tidak bertambah, tapi yang bergerak adalah kegiatannya. Kami bersama para mitra telah melakukan pemantauan di pasar,” katanya.

Ardi mengatakan pihaknya bersama Bulog terus melakukan stabilisasi harga bahan pokok di pasaran. Satu di antaranya adalah mendirikan Kios Pangan Operasi Pasar (Kippas). Kippas ini menjual sejumlah komoditi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, telur,  gula, hingga kecap. “Harganya  lebih murah dibandingkan dengan HET di pasaran,” ungkapnya. Di Jatim, Disperindag menargetkan mendirikan 78 Kippas yang tersebar di sejumlah daerah. Sejak 18 Mei lalu, hingga kemarin sudah terealisasi 57 outlet, baik dalam bentuk kios permanen, maupun dalam bentuk mobile.

Sementara itu Dinas Peternakan Provinsi Jatim menjamin jika stok daging sapi dan telur ayam masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak mengkhawatirkan pasokan dikarenakan stok daging sapi dan ayam sudah cukup, bahkan surplus. “Kebutuhan daging untuk masyarakat saat ini memang meningkat, walau demikian stok daging masih surplus. Untuk stok daging sapi pada Juni sekitar  28.948 ton, sedangkan kebutuhan kurang lebih 25.671 ton, jadi masih surplus 3.277 ton. Kondisi ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Ir Rohayati MM.
 

Sumber: Harian Bhirawa