Minggu, 28 Oktober 2018 | 17:48 WIB | Penulis : Web Admin
Dibaca : 820

KUNJUNGAN KEMENTAN PADA PUNCAK ACARA KONTES TERNAK PANEN PEDET JAWA TIMUR DI SIDOARJO


KUNJUNGAN KEMENTAN  PADA PUNCAK ACARA KONTES TERNAK PANEN PEDET JAWA TIMUR DI SIDOARJO

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ikut menghadiri  acara Kontes Ternak dan Panen Pedet terbesar di Indonesia tahun 2018 di Pasar Induk Puspa Agro, Sidoarjo pada Minggu (28/10/2018), yang bertema "Dengan Peningkatan Populasi Ternak, Menuju Lumbung Pangan Dunia"

beliau menyampaikan rasa bangganya kepada semangat peternak Indonesia untuk meningkatkan populasi sapi. "Kami bangga pada peternak Indonesia yang bersemangat mengembangkan sapi nasional, sehingga populasinya meningkat, lebih berkualitas, dan mensejahterakan peternak. Ke depan, peternak Indonesia harus bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri bahkan dunia sesuai visi lumbung pangan dunia 2045

Amran menerangkan Upsus SIWAB merupakan salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri. Melalui strategi optimalisasi pelaksanaan inseminasi buatan (IB), Upsus SIWAB dilaksanakan di 34 provinsi.

Dengan adanya loncatan peningkatan populasi, maka diharapkan porsi produksi daging sapi di dalam negeri meningkat, dan pada akhirnya bisa menambah usaha sapi berskala usaha komersil sehingga kesejahteraan peternak bisa terwujud.

"Dalam pelaksanaannya, Kementan memberikan gratis semen beku beserta alat dan sarana prasarana, serta biaya operasional kepada peternak. Selain itu juga diberikan pelayanan gratis dalam penanganan sapi betina yang mengalami gangguan reproduksi,"

Berkat kerja keras dan capaian tersebut, Menteri Pertanian memberikan apresiasi kinerja terhadap peternak teladan, petugas Inseminator, Petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKb), dan Dokter Hewan berprestasi, serta Pelayanan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Upsus SIWAB.

Salah satu sapi ekstrim pemenang lomba Kontes Ternak Hasil Inseminasi Buatan 2018 mendapat perhatian Mentan Amran karen bobotnya lebih dari 1 ton dan harganya mencapai 200 juta. "Ini contoh petani cerdas, dengan inseminasi buatan gratis, populasi sapi naik sekaligus berkualitas. Harga dan bohot baru lahir saja bisa setara dari sapi lokal usia 3 tahun," terang Amran.

Provinsi Jawa Timur, sebagaimana disampaikan Menteri Amran, mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo terkait pertambahan populasi sapi yang jauh diatas rata-rata nasional. "Kelahiran sapi hasil Upsus SIWAB untuk Provinsi Jawa Timur mencapai 1,3 juta ekor dalam setahun. Kalau ada 5 provinsi seperti Jawa Timur, selesai persoalan kebutuhan daging sapi Indonesia," tutup Amran yang sempat memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo atas keperduliannya terhadap peternakan dan kesehatan hewan.

 

Sumber: DISNAK JATIM