Selasa, 5 Juni 2012 | 10:17 WIB | Penulis : Web Admin
Dibaca : 13804

CARA MENGETAHUI BOBOT TERNAK


No Image

Untuk mengetahui bobot ternak kecil seperti kambing dan domba juga bisa menggunakan timbangan gantung bila timbangan digital ternak dirasa terlalu mahal. cara yang biasa dilakukan peternak adalah dengan menggunakan tali, kain ataupun potongan ban untuk mengangkat kambing/domba. Dengan bahan tersebut sebenarnya sudah dapat menggantung badan ternak pada timbangan, tetapi yang paling aman bagi ternak adalah dengan potongan ban karena selain ternak tersebut tidak banyak bergerak juga lebih nyaman bagi ternak.


Tetapi bila Anda memiliki ternak besar seperti sapi, kerbau dan kuda apakah masih terpikir menggunakan timbangan gantung untuk mengetahui bobot ternak ?.

Pada peternakan besar atau perusahaan peternakan telah menggunakan timbangan digital ternak. Dengan menggunakan timbangan tersebut cukup praktis karena ternak hanya dituntun pada kandang jepit yang sudah dipasang timbangan digital. Tetapi bagi peternakan kecil atau peternakan rakyat untuk memiliki timbangan digital tersebut merogoh keuangan yang sangat dalam.  Tetapi terdapat cara mengestimasi bobot badan ternak menggunakan tali dengan syarat harus belajar kalkulasi.
Bila dicermati, penampang tubuh sapi  dan kerbau menyerupai bentuk geometris berupa tabung. Untuk mencari volume tabung harus diketahui luas alas dan tinggi. Dalam hal ini, lingkar dada hewan dapat diasumsikan sebagai luas alas bangun lingkaran dan panjang badan sebagai tinggi.
Lingkar dada diperoleh dengan melingkarkan seutas tali di belakang gumba melalui belakang belikat. Sementara panjang badan diukur dari bahu hingga penonjolan tulang duduk. Dengan memperhatikan volume organ kepala, kaki, ekor, dan massa jenis daging atau jeroan bakal diperoleh pendekatan untuk memperoleh berat hewan sebenarnya.
Melalui berbagai percobaan, para ahli akhirnya menemukan rumus untuk menghitung bobot ternak.  Sebut saja, Schoorl menemukan rumus untuk mengetahui berat badan dengan cukup mengetahui satu komponen, yakni lingkar dada. Rumus itu dinamai namanya sendiri rumus Schoorl yaitu Bobot Badan (kg) = {lingkar dada (cm) + 22} dikuadratkan dibagi 100.
Sementara Scheiffer mengadopsi rumus tabung dengan menampilkan formula, yakni Bobot Badan (lubels) = {lingkar dada (inchi) kuadrat x panjang badan} (inchi) dibagi 300. Rumus ini disesuaikan oleh Lambourne dengan mengonversi ke dalam satuan yang cocok dengan kehidupan masyarakat kita, yakni Bobot Badan (kg) = {lingkar dada (cm) kuadrat x panjang badan (cm)} dibagi 10840.
Sejumlah peneliti mencoba membuktikan keakuratan rumus-rumus itu diuji-cobakan terhadap beberapa kelompok sapi antara bobot taksir dan bobot timbangan. Hasilnya rumus Scheiffer dan Lambourne lebih mendekati berat riil sapi sebenarnya dengan tingkat kesalahan di bawah 10 persen. Sedangkan rumus Schoorl tingkat kesalahannya mencapai 22,3 persen.
Perbedaan perhitungan berat pada mahluk hidup adalah wajar, karena bobot hewan sangat dipengaruhi situasi dan kondisi lingkungan, yakni gelisah (stress), habis makan, banyak minum atau baru buang feses. Hewan yang ditimbang sekalipun, akibat buruk perlakuan dan pengangkutan dapat menyebabkan susut tubuh 5-10%. (dw)

Sumber: DISNAK JATIM