Senin, 11 Juli 2011 | 09:59 WIB | Penulis : Web Admin
Dibaca : 1503

MUSIM SAPI BUNTING, PRODUKSI SUSU PERAH MEROSOT


No Image

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi Gabungan Koperasi Susu Indonesia Jawa Timur (GKSI Jatim), Sulistiyanto pada wartawan membenarkan jika produksi susu sapi perah menurun dikarenakan sapi masuk musim bunting. Dijelaskan dia, sebagian besar produksi susu akan cenderung turun, terutama saat sapi sedang hamil tua karena tidak dapat diperah. "Karena bunting tua, otomatis sapi tidak bisa diperah. Biasanya, bulan September produksi susu perah kembali normal sampai November 2011," katanya. Sulis menambahkan, peternak sapi di Pujon dan Ngantang yang berada di bawah koperasi, punya populasi jumlah ternak sapi perah tidak terlalu banyak. Rata-rata, per rumah bisa mempunyai 2-3 ekor sapi perah. Khusus untuk Jawa Timur sendiri, jumlah populasi sapi perah sampai akhir tahun 2010 lalu mencapai 139.065 ekor sapi perah. Sedang jumlah peternak sapi perah terdapat 37.826 orang. Kendala peternak sapi perah saat ini adalah, tidak tersedianya bibit unggul sapi perah dan sarana yang kurang mendukung.


Kendala lain penurunan produksi susu sapi perah selain faktor sapi bunting adalah, banyaknya Indusrti Pengolahan Susu (IPS). Banyaknya IPS menjadikan pasar harga dan kualitas hasil produksi dari sapi perah menjadi mutlak. Mutlaknya harga dan kualitas yang dikeluarkan IPS, membuat koperasi tidak punya daya tawar cukup bagus. Padahal, peternak yang dinaungi koperasi butuh jaminan pasar, jaminan harga, dan juga jaminan pembayaran. "Di jatim sendiri, rata-rata produksi susu perah mencapai 770.550 kilogram per harinya. Jumlah ini, masih jauh dari kebutuhan," pungkas Sulis. [yog/but]


Sumber :.beritajatim.com

Sumber: DISNAK JATIM